hasil resume PKKMB day 2
Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri
1. Profil Singkat
Head of Analytics di Grab (Singapura), pernah di Traveloka & IBM.
Co-founder KawalPemilu.org.
Pernah mengisi “AI Series” di UNUSA.
2. Tema Utama
Perguruan Tinggi di Era Digital & Revolusi Industri 4.0 (era AI).
AI diibaratkan seperti penemuan listrik → dampaknya masif bagi kehidupan manusia.
3. Tantangan Mahasiswa
AI makin canggih dan akan mengotomatisasi banyak pekerjaan.
Namun, ada 2 hal yang tidak bisa digantikan AI:
Kreativitas & berpikir strategis (kecerdikan).
Nilai kemanusiaan (empati & compassion).
4. Kuadran Adaptasi di Era AI
Kiri bawah: pekerjaan tanpa kreativitas & empati → 100% akan digantikan AI (contoh: logistik otomatis).
Kiri atas: butuh empati tapi minim kreativitas (contoh: kesehatan, pendidikan).
Kanan bawah: butuh kreativitas tapi minim empati (contoh: desain, arsitektur).
Kanan atas: butuh kreativitas + empati → paling aman (contoh: pemimpin, inovator, pengambil keputusan).
5. Prinsip Penggunaan AI
Adab sebelum ilmu → jangan copy-paste mentah, gunakan AI dengan etika.
Amanah → jaga data pribadi & sensitif.
Akurasi → selalu verifikasi hasil AI.
Akuntabilitas → tanggung jawab tetap ada di manusia, bukan mesin.
penonto
Akses inklusif → AI harus bisa memberdayakan semua orang, bukan hanya segelintir elit.
6. Pesan Penting
Mahasiswa harus berkolaborasi dengan AI, bukan sekadar jadi penonton.
Fokus kembangkan soft skill: kreativitas, empati, problem solving, kolaborasi.
UNUSA (berbasis NU) harus memimpin arah penggunaan teknologi agar sesuai nilai maslahat & rahmatan lil ‘alamin.
Jangan hanya kejar ijazah → manfaatkan masa kuliah untuk bangun skill nyata.
👉 Ringkasnya: AI bisa menggantikan banyak hal, tapi tidak bisa menggantikan kreativitas dan kemanusiaan. Mahasiswa UNUSA harus siap beradaptasi, berkolaborasi dengan AI, serta mengarahkan teknologi untuk kemaslahatan.
Pemateri : Pak Ainun Najib
Mencetak Mahasiswa Unusa
sebagai generasi Aswaja An-Nahdliyah
ASWAJA ( ahlu sunnah wal jamaah) adalah jalan beragama yang ditempuh Nabi, sahabat, & ulama salaf. ASWAJA NU berpegang pada 4 madzab fiqih yaitu hanafi, maliki, syafi'i, hanbali.
Ciri ciri ASWAJA An-Nahdliyah :
- Tawazun (seimbang)
- Tasamuh (toleran)
- I'tidal (adil)
- Moderasi (tidak ekstrim kanan/kiri)
Tradisi NU meliputi shalawat, yasinan, tahlil, ziarah kubur, sedekah. Tradisi tradisi tersebut semua mempunyai dasar syar'i. Tugas mahasiswa UNUSA adalah jaga moderasi beragama, rawat tradisi NU, dan cinta tanah air.
Mahasiswa UNUSA dipanggil untuk jadi generasi berintegritas, anti korupsi, berlandaskan Aswaja, cinta tanah air, dan moderat. Dari kampus ini, lahirlah agen perubahan yang siap membangun Indonesia lebih bersih, adil, dan bermartabat.
ASWAJA bukan hanya sekedar label, tapi juga harus hidup dalam sikap yang moderat, toleran dan cinta tanah air.
Pemateri : KH Ma'ruf Khozin - PWNU Jatim
PengenalanK eselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) DanP erwujudan Indonesia Emas
K3L adalah singkatan dari Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan. Ini merupakan sebuah pendekatan terintegrasi dan holistik dalam mengelola risiko di tempat kerja dan lingkungan sekitarnya, dengan tujuan utama:
Keselamatan (Safety): Melindungi pekerja dari kecelakaan, cedera, dan kematian akibat kerja. Fokus pada pencegahan bahaya fisik (misal: jatuh, tersengat listrik, terjepit mesin).
Kesehatan Kerja (Occupational Health): Melindungi pekerja dari penyakit akibat kerja (misal: penyakit paru akibat debu, gangguan pendengaran akibat kebisingan, stres kerja) serta mempromosikan kesehatan fisik, mental, dan sosial pekerja.
Lingkungan (Environment): Melindungi lingkungan kerja dan sekitarnya dari pencemaran, kerusakan, dan pemborosan sumber daya akibat aktivitas perusahaan. Fokus pada pengelolaan limbah, penghematan energi, pengendalian emisi, dan pelestarian keanekaragaman hayati.
Prinsip Utama K3L:
Pencegahan (Prevention): Mengidentifikasi dan mengendalikan bahaya sebelum terjadi kecelakaan, penyakit, atau kerusakan lingkungan.
Keterlibatan (Participation): Semua pihak (manajemen, pekerja, serikat pekerja, kontraktor, masyarakat) terlibat aktif dalam implementasi K3L.
Kepatuhan (Compliance): Mematuhi semua peraturan perundang-undangan K3L yang berlaku (nasional & internasional).
Peningkatan Berkelanjutan (Continuous Improvement): Selalu mengevaluasi dan memperbaiki sistem K3L secara terus-menerus.
Akuntabilitas (Accountability): Setiap tingkatan dalam organisasi bertanggung jawab atas K3L.
Mengapa K3L Sangat Penting untuk Perwujudan Indonesia Emas 2045?
Visi Indonesia Emas 2045 adalah menjadi negara maju dengan kesejahteraan yang merata, ekonomi kuat, dan sumber daya manusia (SDM) unggul. K3L bukan sekadar "aturan teknis", melainkan fondasi kritis untuk mencapai visi ini. Berikut alasannya:
Menghasilkan SDM Unggul dan Sehat:
Pekerja Sehat = Produktif: Pekerja yang sehat secara fisik dan mental akan lebih produktif, kreatif, dan inovatif. K3L mencegah penyakit akibat kerja yang mengurangi angkatan kerja produktif dan membebani sistem kesehatan.
Pekerja Aman = Motivasi Tinggi: Lingkungan kerja yang aman meningkatkan kepercayaan diri, motivasi, dan loyalitas pekerja. Ini mengurangi turnover dan meningkatkan kualitas kerja.
Bekal untuk Generasi Emas: Anak muda (calon pekerja masa depan) perlu tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan belajar budaya K3L sejak dini untuk menjadi SDM yang kompeten dan bertanggung jawab.
Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan dan Kompetitif:
Efisiensi Operasional: K3L yang baik mengurangi biaya akibat kecelakaan kerja (pengobatan, kompensasi, penggantian alat), downtime produksi, dan kerusakan properti. Investasi di K3L seringkali memberikan ROI (Return on Investment) yang tinggi.
Daya Saing Global: Pasar internasional dan investor global semakin menuntut standar K3L yang tinggi. Perusahaan Indonesia yang memenuhi standar K3L internasional (seperti ISO 45001, ISO 14001) akan lebih mudah menembus pasar ekspor dan menarik investasi berkualitas.
Inovasi Hijau: Prinsip K3L mendorong inovasi dalam penggunaan teknologi ramah lingkungan, efisiensi energi, dan pengelolaan sumber daya, yang merupakan kunci ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Menjaga Keberlanjutan Sumber Daya Alam dan Lingkungan:
Indonesia Emas Tidak Boleh "Habis Emasnya": Visi 2045 membutuhkan sumber daya alam (SDA) yang lestari. K3L memastikan eksploitasi SDA (mineral, kelapa sawit, dll) dilakukan secara bertanggung jawab, meminimalkan kerusakan ekosistem, dan memulihkan lingkungan.
Mengurangi Dampak Perubahan Iklim: Pengelolaan limbah, pengendalian emisi, dan penghematan energi dalam K3L berkontribusi langsung pada upaya mitigasi perubahan iklim, yang merupakan ancaman serius bagi pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Kualitas Hidup Masyarakat: Lingkungan yang bersih dan sehat (hasil penerapan K3L) meningkatkan kualitas hidup seluruh masyarakat, bukan hanya pekerja, menciptakan lingkungan yang layak untuk generasi masa depan.
Membangun Tata Kelola yang Baik dan Keadilan Sosial:
Kepatuhan Hukum dan Etika: Implementasi K3L yang serius menunjukkan komitmen perusahaan dan negara terhadap hukum dan etika bisnis yang bertanggung jawab.
Perlindungan Hak Pekerja: K3L adalah wujud nyata perlindungan hak asasi pekerja untuk bekerja dalam kondisi yang aman dan sehat, sesuai sila ke-5 Pancasila (Keadilan Sosial).
Mengurangi Ketimpangan: K3L membantu melindungi pekerja di sektor informal dan UMKM yang seringkali paling rentan terhadap bahaya kerja, menuju pembangunan yang lebih inklusif.
Tantangan dan Langkah Strategis Menuju Indonesia Emas melalui K3L:
Tantangan:
Pemahaman dan komitmen K3L yang belum merata di semua level (pemerintah, perusahaan, pekerja).
Pengawasan dan penegakan hukum K3L yang masih lemah di beberapa sektor dan daerah.
Keterbatasan sumber daya (dana, tenaga ahli K3L) terutama di UMKM dan sektor informal.
Budaya K3L yang belum mengakar kuat di beberapa lini masyarakat dan industri.
Langkah Strategis:
Pemerintah: Memperkuat regulasi, pengawasan, dan insentif untuk K3L; Integrasikan K3L dalam kurikulum pendidikan; Kampanye nasional tentang pentingnya K3L.
Perusahaan: Jadikan K3L sebagai nilai inti dan investasi strategis; Terapkan sistem manajemen K3L (SMK3 & SML); Berikan pelatihan dan perlengkapan K3L yang memadai; Libatkan pekerja aktif.
Pekerja/Masyarakat: Tingkatkan kesadaran dan pengetahuan K3L; Gunakan hak dan laksanakan kewajiban K3L; Laporkan pelanggaran dan kondisi berbahaya.
Pendidikan: Masukkan materi K3L dalam pendidikan formal dan vokasi sejak dini.
Kolaborasi: Sinergi antara pemerintah, swasta, serikat pekerja, akademisi, dan masyarakat.
Kesimpulan:
K3L bukanlah beban biaya, melainkan investasi strategis yang sangat menguntungkan bagi jangka pendek (efisiensi, produktivitas) dan jangka panjang (keberlanjutan, daya saing global). Implementasi K3L yang kuat dan konsisten di seluruh sektor pembangunan adalah syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. K3L akan menghasilkan SDM unggul yang sehat, aman, dan produktif; mendorong ekonomi yang kompetitif dan berkelanjutan; menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya alam; serta membangun tata kelola yang adil. Tanpa fondasi K3L yang kokoh, visi Indonesia menjadi negara maju dan sejahtera pada 2045 akan sulit tercapai. Mari jadikan K3L sebagai budaya bangsa untuk meraih Indonesia Emas yang sesungguhnya!
Pemateri : Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes
Link teman saya :https://baguspermana455.blogspot.com/2025/09/hasil-resume-pkkmb-day-1-gitu-aja.html
Link web university :
https://unusa.ac.id
Link web fakultas kesehatan :
https://fkes.unusa.ac.id
Link web fakultas UNUSA :
https://www.instagram.com/unusa official

Comments
Post a Comment